Disdagrin dan BRIDA Mabar Inisiasi SIGAP PANGAN MABAR, Inovasi Satu Pintu Pengendalian Pangan dari Hulu ke Hilir

Disdagrin dan BRIDA Mabar Inisiasi SIGAP PANGAN MABAR, Inovasi Satu Pintu Pengendalian Pangan dari Hulu ke Hilir
Disdagrin dan BRIDA Mabar Inisiasi SIGAP PANGAN MABAR, Inovasi Satu Pintu Pengendalian Pangan dari Hulu ke Hilir

Labuan Bajo, 18 Juni 2026 — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Manggarai Barat menginisiasi pembentukan inovasi daerah SIGAP PANGAN MABAR atau Sistem Integrasi Gerak Cepat Pengendalian Pangan Manggarai Barat.

Rapat pembentukan inovasi tersebut dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Ruang Rapat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun sistem pengendalian pangan daerah yang lebih cepat, terpadu, berbasis data, dan terhubung dari hulu sampai hilir.

SIGAP PANGAN MABAR dirancang sebagai inovasi satu pintu yang mengintegrasikan data produksi, ketersediaan, stok, distribusi, harga, pengawasan, pengaduan masyarakat, hingga tindak lanjut kebijakan pengendalian inflasi daerah. Melalui sistem ini, data pangan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi dihimpun dalam satu ekosistem kerja bersama lintas perangkat daerah, TPID, pelaku usaha, distributor, petugas pasar, penyuluh, dan masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, S.Si, Apt, menyampaikan bahwa tantangan pengendalian pangan tidak cukup dijawab hanya pada sisi harga di pasar. Menurutnya, stabilitas harga pangan harus dilihat secara utuh mulai dari produksi di tingkat petani dan nelayan, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, posisi stok distributor, dinamika harga pasar, hingga keluhan masyarakat sebagai pengguna akhir.

“SIGAP PANGAN MABAR kita arahkan menjadi instrumen kerja cepat pemerintah daerah. Ketika ada gejala kenaikan harga, keterbatasan stok, gangguan distribusi, atau keluhan masyarakat, pemerintah daerah memiliki data awal yang lebih cepat untuk melakukan klarifikasi, koordinasi, dan tindakan lapangan,” demikian semangat utama yang dibangun dalam rapat tersebut.

Dalam konsep awalnya, Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura berperan menyediakan data hulu, antara lain luas tanam, luas panen, produksi, potensi panen, sentra produksi, dan kendala produksi komoditas pangan strategis. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan berperan pada data ketersediaan pangan, cadangan pangan, neraca pangan, produksi perikanan, serta potensi intervensi ketahanan pangan.

Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian berperan pada sisi hilir, meliputi pemantauan stok distributor, distribusi, harga pasar, pasokan masuk dan keluar, pengawasan pelaku usaha, serta tindak lanjut di tingkat pasar. Data gabungan tersebut akan menjadi bahan analisis bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah dalam merumuskan langkah cepat seperti operasi pasar, fasilitasi distribusi, koordinasi pasokan, pengawasan, dan komunikasi publik.

BRIDA Kabupaten Manggarai Barat berperan penting sebagai pendamping rancang bangun inovasi, penguatan metodologi, pemenuhan indikator inovasi daerah, dokumentasi bukti dukung, pengukuran manfaat, serta pengembangan replikasi inovasi. Kehadiran BRIDA diharapkan memastikan SIGAP PANGAN MABAR tidak hanya menjadi aplikasi digital, tetapi menjadi inovasi daerah yang memiliki kebaruan, nilai tambah, manfaat publik, keberlanjutan, dan indikator kinerja yang terukur.

Rapat juga menekankan pentingnya pelibatan pelaku usaha, distributor, agen, pedagang besar, dan pengecer sebagai sumber data stok, pasokan, harga jual, penyaluran, dan kendala distribusi. Pelaku usaha akan diberikan kanal pelaporan yang sederhana melalui aplikasi, Google Form, atau AppSheet SIGAP PANGAN MABAR sesuai struktur hak akses yang ditetapkan.

Melalui sistem ini, pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran yang lebih cepat mengenai kondisi pangan strategis. Data yang masuk akan ditampilkan dalam dashboard pangan dan inflasi daerah, sehingga pimpinan daerah, TPID, dan perangkat daerah teknis dapat membaca tren, melihat wilayah rawan, memantau komoditas berisiko, serta mengambil langkah tindak lanjut secara lebih cepat dan tepat.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa SIGAP PANGAN MABAR menjadi inovasi satu pintu pengendalian pangan daerah dari hulu sampai hilir. Disepakati pula penyusunan dokumen rancang bangun inovasi daerah, blueprint aplikasi, struktur hak akses login, SOP pelaksanaan, SK tim, serta rancangan regulasi pendukung.

Sebagai langkah awal, inovasi ini akan diuji coba pada komoditas pangan strategis dan pasar atau distributor tertentu sebelum diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Uji coba tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan sistem, penetapan format laporan, pelatihan operator, validasi data, serta mekanisme tindak lanjut lapangan.

Dengan tagline “Dari Hulu ke Hilir, Pangan Terpantau, Inflasi Terkendali,” SIGAP PANGAN MABAR diharapkan menjadi inovasi unggulan Kabupaten Manggarai Barat dalam memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga, meningkatkan kualitas koordinasi lintas sektor, serta mendukung pengendalian inflasi daerah secara cepat, terukur, dan akuntabel.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap inovasi ini dapat menjadi model kolaborasi daerah yang tidak hanya menjawab kebutuhan data pangan, tetapi juga memperkuat pelayanan publik, mempercepat respon kebijakan, dan membangun budaya kerja pemerintahan yang semakin adaptif, digital, dan berbasis bukti.