DISDAGRIN MABAR ANALISIS DISPARITAS HARGA ANTARWILAYAH, CABAI JADI KOMODITAS PRIORITAS PENGENDALIAN

DISDAGRIN MABAR ANALISIS DISPARITAS HARGA ANTARWILAYAH, CABAI JADI KOMODITAS PRIORITAS PENGENDALIAN
DISDAGRIN MABAR ANALISIS DISPARITAS HARGA ANTARWILAYAH, CABAI JADI KOMODITAS PRIORITAS PENGENDALIAN

Labuan Bajo, 29 Juli 2026 — Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat melakukan analisis Koefisien Variasi (KV) harga antarwilayah antara Pasar Batu Cermin, Kecamatan Komodo, dan Pasar Lembor, Kecamatan Lembor, berdasarkan data pemantauan harga periode 1–28 Juli 2026.

Analisis ini dilakukan untuk melihat tingkat kesenjangan atau disparitas harga barang kebutuhan pokok dan barang penting antarwilayah sekaligus menjadi instrumen deteksi dini bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung pengendalian inflasi daerah.

Hasil pengolahan terhadap 18 komoditas yang dapat dipadankan menunjukkan bahwa kondisi harga antarwilayah belum sepenuhnya merata. Sejumlah komoditas relatif stabil, sementara beberapa komoditas pangan strategis masih menunjukkan perbedaan harga yang perlu mendapat perhatian.

CABAI MENJADI PERHATIAN UTAMA

Kelompok cabai tercatat sebagai komoditas dengan disparitas harga paling menonjol.

Cabai Rawit Merah mencatat KV tertinggi sebesar 36,53 persen, disusul Cabai Merah Keriting 36,26 persen dan Cabai Merah Besar 34,49 persen.

Tingginya variasi harga kelompok cabai mengindikasikan bahwa pembentukan harga di kedua wilayah masih dipengaruhi oleh perbedaan ketersediaan pasokan, sumber produksi, rantai distribusi, biaya angkut, serta kondisi permintaan di masing-masing pasar.

Sementara itu, beberapa komoditas menunjukkan tingkat variasi yang lebih rendah. Beras IR Premium, misalnya, mencatat KV sekitar 7,46 persen, yang menunjukkan harga antarwilayah relatif lebih stabil dibandingkan kelompok cabai.

Komoditas lain berada pada tingkat variasi yang berbeda-beda sehingga penanganannya perlu dilakukan secara proporsional berdasarkan tingkat risiko masing-masing komoditas.

KADIS: DATA HARUS BERUJUNG PADA TINDAKAN

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, S.Si., Apt., menegaskan bahwa pemantauan harga tidak boleh berhenti pada kegiatan pencatatan dan pelaporan.

“Data harga harus menjadi dasar tindakan. Ketika kita menemukan disparitas harga yang tinggi antara Batu Cermin dan Lembor, kita harus mengetahui penyebabnya: apakah karena pasokan, distribusi, biaya angkut, rantai perdagangan, atau faktor lainnya. Dari sana pemerintah menentukan intervensi yang tepat.”

Menurutnya, nilai KV yang tinggi tidak serta-merta berarti terjadi permasalahan perdagangan. Data tersebut merupakan sinyal awal yang harus ditindaklanjuti dengan pengecekan kondisi riil di lapangan.

Karena itu, Disdagrin akan mengarahkan pemantauan secara lebih intensif pada komoditas dengan variasi harga tinggi, terutama kelompok cabai, serta memperkuat koordinasi dengan distributor, pedagang, produsen, pemerintah kecamatan dan desa, Bulog, TPID, serta perangkat daerah terkait.

PERKUAT KONEKTIVITAS PASOKAN ANTARWILAYAH

Analisis KV juga menunjukkan pentingnya memperkuat konektivitas perdagangan antara wilayah produksi dan wilayah konsumsi di Kabupaten Manggarai Barat.

Apabila suatu komoditas tersedia dengan harga lebih rendah di satu wilayah sementara wilayah lain mengalami kekurangan pasokan dan harga tinggi, informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk mendorong distribusi yang lebih efisien.

Dengan demikian, kebijakan stabilisasi harga tidak hanya diarahkan pada operasi pasar, tetapi juga pada perbaikan informasi pasokan, kelancaran distribusi, pemantauan stok, pengawasan harga, dan penguatan perdagangan antarwilayah.

“Tujuan akhirnya bukan membuat harga di semua pasar harus sama persis. Yang kita jaga adalah agar perbedaan harga tetap wajar, pasokan tersedia, distribusi lancar, dan masyarakat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tegas Adrianus Ojo.

DATA AKURAT, HARGA STABIL

Hasil analisis periode 1–28 Juli 2026 selanjutnya menjadi salah satu bahan evaluasi Disdagrin dalam menentukan komoditas prioritas pemantauan dan rekomendasi kebijakan pengendalian harga.

Pemantauan akan dilanjutkan secara berkala sehingga perubahan harga dapat diketahui lebih cepat dan langkah antisipatif dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi tekanan harga yang lebih luas.

Melalui penguatan pemantauan berbasis data, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berupaya membangun sistem pengendalian harga yang semakin cepat, terukur, dan responsif terhadap kondisi masing-masing wilayah.

DATA AKURAT • HARGA STABIL • EKONOMI KUAT • MASYARAKAT SEJAHTERA

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat
Analisis Harga Antarwilayah | Periode 1–28 Juli 2026

#DisdagrinMabar #ManggaraiBarat #NatasHargaMabar #HargaBapokting #StabilisasiHarga #PengendalianInflasi #PasarBatuCermin #PasarLembor #TPIDMabar