DISDAGRIN MANGGARAI BARAT PERKUAT PEMANTAUAN HARGA, DISPARITAS ANTARWILAYAH JADI PERHATIAN

DISDAGRIN MANGGARAI BARAT PERKUAT PEMANTAUAN HARGA, DISPARITAS ANTARWILAYAH JADI PERHATIAN
DISDAGRIN MANGGARAI BARAT PERKUAT PEMANTAUAN HARGA, DISPARITAS ANTARWILAYAH JADI PERHATIAN

Labuan Bajo, 30 Juli 2026 – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Manggarai Barat terus memperkuat pemantauan harga, stok, dan distribusi barang kebutuhan pokok sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat.

Berdasarkan Ringkasan Harian Manggarai Barat dan Nusa Tenggara Timur per Kamis, 30 Juli 2026, hingga pukul 07.00 WITA belum terdapat regulasi baru dalam 24 jam terakhir yang secara langsung mengubah pelaksanaan urusan perdagangan dan perindustrian di Kabupaten Manggarai Barat. Dengan kondisi tersebut, perhatian Disdagrin diarahkan pada penguatan data lapangan, analisis pergerakan harga, ketersediaan pasokan, distribusi, serta identifikasi komoditas yang memerlukan intervensi lebih awal.

Analisis Harga Batu Cermin–Lembor Jadi Early Warning

Salah satu perhatian utama saat ini adalah hasil Analisis Koefisien Variasi (KV) Harga Antarwilayah Pasar Batu Cermin dan Pasar Lembor periode 1–28 Juli 2026.

Analisis terhadap komoditas yang dipantau menunjukkan bahwa perbedaan harga antarwilayah masih cukup menonjol pada sejumlah komoditas, terutama kelompok cabai.

Cabai Rawit Merah tercatat memiliki KV tertinggi sebesar 36,53 persen, disusul Cabai Merah Keriting 36,26 persen dan Cabai Merah Besar 34,49 persen. Ketiga komoditas tersebut berada dalam kategori disparitas harga tinggi.

Sementara itu, Minyakita tercatat memiliki KV 23,52 persen, Bawang Merah 17,27 persen, Daging Ayam Ras 16,82 persen, Tepung Terigu 16,04 persen, Telur Ayam Ras 14,43 persen, serta Beras IR Medium 13,04 persen.

Di antara komoditas yang masuk dalam pemeringkatan tersebut, Beras IR Premium menunjukkan kondisi paling stabil dengan KV 7,46 persen.

Rata-rata KV pada kelompok komoditas yang dianalisis tercatat 20,22 persen. Dengan klasifikasi KV yang digunakan—di bawah 10 persen rendah, 10 sampai kurang dari 25 persen sedang, dan 25 persen ke atas tinggi—angka tersebut menunjukkan bahwa secara agregat disparitas masih berada pada rentang sedang, namun beberapa komoditas strategis sudah membutuhkan perhatian khusus.

Cabai Perlu Penguatan Pasokan dan Distribusi

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, S.Si., Apt., menegaskan bahwa angka-angka tersebut tidak boleh berhenti sebagai laporan statistik, tetapi harus menjadi dasar pengambilan tindakan.

“Data harga harus menjadi dasar tindakan. Ketika kita menemukan disparitas harga antarwilayah, kita harus telusuri penyebabnya dan mengambil langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas harga bagi masyarakat.”

Menurutnya, tingginya variasi harga cabai antara Pasar Batu Cermin dan Pasar Lembor perlu ditelusuri lebih lanjut dari sisi sumber pasokan, rantai distribusi, biaya angkut, ketersediaan komoditas di masing-masing wilayah, hingga pola permintaan konsumen.

Karena itu, Disdagrin akan memperkuat koordinasi dengan TPID, Bulog, distributor, agen, pedagang, serta pihak terkait lainnya, terutama untuk komoditas yang menunjukkan KV tinggi dan berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Inflasi NTT Tetap Dicermati

Dalam konteks regional, inflasi Nusa Tenggara Timur pada Juni 2026 tercatat 3,56 persen secara year-on-year, meningkat dibanding Mei 2026 sebesar 2,76 persen. Inflasi bulanan tercatat 0,67 persen, sedangkan inflasi tahun kalender sebesar 2,20 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 4,17 persen secara year-on-year, sehingga dinamika harga pangan tetap menjadi salah satu aspek penting yang perlu dicermati pemerintah daerah.

Nilai Tukar Petani NTT Juni 2026 juga berada pada angka 100,02, naik 0,15 persen dibanding Mei 2026. Kondisi tersebut menjadi bagian dari indikator yang terus diperhatikan dalam melihat hubungan antara produksi, harga di tingkat produsen, distribusi, dan harga yang diterima konsumen.

Data Akurat Menjadi Dasar Kebijakan

Adrianus menekankan pentingnya kualitas data yang diperoleh langsung dari lapangan.

“Kita perlu bekerja cepat, akurat, dan terukur. Data harus kita pastikan dari lapangan, persoalan harus kita pahami sampai pada penyebabnya, kemudian program diarahkan untuk memberikan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat.”

Pemantauan tidak hanya diarahkan untuk mengetahui apakah harga naik atau turun, tetapi juga untuk melihat perbedaan harga antarwilayah, kecukupan stok, kelancaran distribusi, serta potensi gangguan pasokan.

Hasil analisis tersebut selanjutnya menjadi bahan early warning bagi Disdagrin dan TPID dalam menentukan komoditas yang masih stabil, perlu diwaspadai, maupun membutuhkan intervensi lebih lanjut.

IKM dan Pasar Pariwisata Juga Menjadi Perhatian

Selain stabilisasi harga, Disdagrin terus mendorong penguatan sektor industri kecil dan menengah. Perkembangan program IKM Hijau, digitalisasi, pemasaran produk lokal, serta perluasan akses pasar menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya saing pelaku usaha Manggarai Barat.

Besarnya pasar pariwisata Labuan Bajo dinilai harus semakin mampu memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat dan produsen lokal.

“Labuan Bajo adalah pasar yang besar. Semakin banyak kebutuhan HOREKA, kapal wisata, MICE, dan masyarakat dipenuhi oleh produk Manggarai Barat sendiri, semakin besar pula manfaat pariwisata yang dapat dirasakan hingga ke desa.”
— Adrianus Ojo, S.Si., Apt., Kepala Disdagrin Kabupaten Manggarai Barat

Karena itu, pengendalian harga dan penguatan industri lokal ditempatkan dalam satu kerangka kebijakan: data akurat, harga stabil, ekonomi kuat, dan masyarakat sejahtera.

Pada 30 Juli 2026, Disdagrin memprioritaskan finalisasi analisis harga periode 1–28 Juli, verifikasi stok komoditas strategis bersama mitra distribusi, penetapan komoditas prioritas untuk early warning TPID, identifikasi IKM yang siap didorong ke pemasaran digital, serta penyelarasan perencanaan program 2027 dengan peningkatan PAD, pencapaian indikator kinerja, dan manfaat ekonomi masyarakat.

DISDAGRIN KABUPATEN MANGGARAI BARAT
Data Akurat • Harga Stabil • Ekonomi Kuat • Masyarakat Sejahtera