HARGA BAPOKTING DI PASAR BATU CERMIN JULI 2026 RELATIF STABIL, DISDAGRIN PERKUAT PENGAWASAN KOMODITAS BERFLUKTUASI

HARGA BAPOKTING DI PASAR BATU CERMIN JULI 2026 RELATIF STABIL, DISDAGRIN PERKUAT PENGAWASAN KOMODITAS BERFLUKTUASI
HARGA BAPOKTING DI PASAR BATU CERMIN JULI 2026 RELATIF STABIL, DISDAGRIN PERKUAT PENGAWASAN KOMODITAS BERFLUKTUASI

Oleh : Yeremias
Editor : Siprianus

Labuan Bajo, 31 Juli 2026 – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat terus memperkuat pemantauan perkembangan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Berdasarkan hasil analisis harga di Pasar Batu Cermin selama periode 1–31 Juli 2026, terhadap 47 komoditas dengan 23 hari pemantauan, kondisi harga secara umum menunjukkan tingkat stabilitas yang cukup baik.

Hasil perhitungan Koefisien Variasi (KV) harga antar waktu menunjukkan rata-rata KV seluruh komoditas sebesar 2,95 persen. Dari 47 komoditas yang dianalisis, sebanyak 31 komoditas atau sekitar 66 persen memiliki KV di bawah 3 persen. Bahkan, terdapat 26 komoditas yang tidak mengalami perubahan harga selama periode pemantauan atau memiliki KV 0 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fluktuasi harga di Pasar Batu Cermin selama Juli 2026 tidak terjadi secara merata pada seluruh komoditas, tetapi terkonsentrasi pada sejumlah komoditas tertentu, terutama kelompok hortikultura dan hasil perikanan.

Lima Komoditas Paling Berfluktuasi

Hasil analisis menunjukkan lima komoditas dengan KV tertinggi adalah:

  1. Ketimun sedang – KV 20,29 persen, dengan kisaran harga Rp10.000–Rp15.000;
  2. Ikan tongkol – KV 15,08 persen, dengan kisaran harga Rp25.000–Rp45.000;
  3. Cabai merah keriting – KV 12,33 persen, dengan kisaran Rp40.000–Rp60.000;
  4. Cabai merah besar – KV 11,15 persen, dengan kisaran Rp40.000–Rp60.000; dan
  5. Tomat – KV 11,05 persen, dengan kisaran Rp15.000–Rp25.000.

Selain itu, beberapa komoditas lain yang memerlukan perhatian antara lain bawang merah, kentang, kangkung, udang basah, dan cabai rawit merah.

Tren Mingguan Berfluktuasi, tetapi Tetap Terkendali

Analisis minggu ke minggu memperlihatkan pergerakan harga yang dinamis.

Dengan menggunakan Pekan I sebagai indeks dasar 100, indeks harga berada pada 98,39 pada Pekan II, kemudian meningkat menjadi 100,85 pada Pekan III. Pada Pekan IV indeks kembali terkoreksi menjadi 99,61, sebelum meningkat menjadi 100,76 pada Pekan V.

Pola tersebut memperlihatkan bahwa sepanjang Juli 2026 terjadi pergerakan naik dan turun, tetapi secara agregat tingkat harga pada akhir bulan masih berada relatif dekat dengan kondisi pada awal bulan.

Pada Pekan II, tekanan harga cenderung menurun. Sebanyak sembilan komoditas mengalami penurunan harga, sedangkan dua komoditas mengalami kenaikan.

Memasuki Pekan III, terjadi peningkatan pada sejumlah komoditas. Sebanyak 13 komoditas mengalami kenaikan harga. Ketimun, ikan tongkol, bawang merah, tomat, dan kentang termasuk komoditas yang menunjukkan peningkatan.

Pada Pekan IV, harga kembali mengalami koreksi, sebelum pada Pekan V atau periode 27–31 Juli kembali terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas tertentu.

Ketimun tercatat mengalami kenaikan cukup kuat pada minggu terakhir, demikian juga ikan tongkol dan cabai merah besar. Sementara itu, harga tomat pada periode tersebut cenderung mengalami penurunan.

Disdagrin Fokus pada Komoditas Berisiko

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat menegaskan bahwa hasil analisis tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan komoditas prioritas dalam pelaksanaan pemantauan harga dan stok.

“Secara umum harga di Pasar Batu Cermin selama Juli masih relatif stabil. Namun kita tidak boleh hanya melihat angka rata-rata. Ada beberapa komoditas dengan tingkat fluktuasi cukup tinggi yang harus terus kita awasi, terutama ketimun, ikan tongkol, cabai merah, tomat, bawang merah, dan beberapa komoditas hortikultura lainnya,” tegas Kepala Dinas.

Menurutnya, setiap perubahan harga yang signifikan perlu ditelusuri lebih lanjut, termasuk dari aspek ketersediaan stok, asal pasokan, kelancaran distribusi, jumlah pemasok, kondisi produksi, cuaca, serta pola permintaan masyarakat.

“Pemantauan harga bukan sekadar mencatat harga hari ini naik atau turun. Data harus kita olah menjadi informasi sehingga pemerintah dapat mengetahui komoditas mana yang mulai bergejolak, apa penyebabnya, dan langkah apa yang perlu segera dilakukan,” lanjutnya.

Perkuat Sistem Peringatan Dini Harga

Memasuki Agustus 2026, Disdagrin Kabupaten Manggarai Barat akan memperkuat pemantauan terhadap komoditas yang menunjukkan KV tinggi dan perubahan harga antarminggu yang signifikan.

Pemantauan tidak hanya diarahkan pada harga jual di tingkat pasar, tetapi juga akan didorong untuk semakin terintegrasi dengan informasi mengenai stok, pasokan masuk, distributor atau pemasok, serta hambatan distribusi.

Hasil analisis Juli 2026 menunjukkan bahwa kondisi Pasar Batu Cermin secara umum masih terkendali, tetapi terdapat beberapa komoditas yang membutuhkan pengawasan lebih intensif sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gejolak harga.

Melalui pemantauan yang rutin, analisis berbasis data, serta koordinasi bersama distributor, pedagang, produsen dan perangkat daerah terkait, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga kebutuhan masyarakat.

DISDAGRIN KABUPATEN MANGGARAI BARAT
Pantau Harga • Jaga Pasokan • Kendalikan Inflasi • Lindungi Daya Beli Masyarakat