Disdagrin Manggarai Barat Dorong Hilirisasi Produk Perikanan melalui Bantuan Kemasan IKM
LABUAN BAJO, 30 Oktober 2026 – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) terus mendorong pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM), khususnya sektor pengolahan hasil perikanan, melalui dukungan bantuan kemasan produk pangan olahan ikan.
Bantuan kemasan yang diterima melalui dukungan pemerintah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tersebut mencakup kemasan untuk produk nugget ikan, sosis ikan, dan bakso ikan dengan berbagai ukuran.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas, nilai tambah, dan daya saing produk olahan ikan lokal.
“Bantuan kemasan ini harus memberikan manfaat nyata bagi pelaku IKM. Kemasan bukan sekadar pembungkus produk, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas tampilan, membangun kepercayaan konsumen, memperkuat identitas produk, dan meningkatkan nilai jual,” ujar Adrianus Ojo.
Menurut Adrianus, Kabupaten Manggarai Barat memiliki potensi sumber daya perikanan yang perlu terus dikembangkan melalui hilirisasi. Dengan pengolahan yang baik, hasil perikanan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat menghasilkan berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Ia menegaskan bahwa bantuan kemasan perlu dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan agar benar-benar berdampak terhadap peningkatan produksi, penjualan, dan pendapatan pelaku usaha.
“Keberhasilan bantuan pemerintah tidak cukup diukur dari berapa banyak kemasan yang dibagikan, tetapi harus dilihat dari sejauh mana bantuan tersebut mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan menambah pendapatan pelaku IKM,” tegasnya.
Dalam mendukung pengembangan usaha, Disdagrin Manggarai Barat juga akan terus mendorong penerapan strategi pemasaran melalui pendekatan marketing mix 4P, yaitu peningkatan kualitas produk (product), penetapan harga yang kompetitif (price), perluasan saluran distribusi (place), dan penguatan promosi (promotion).
Khusus untuk pemasaran digital, Adrianus mendorong pelaku IKM memanfaatkan *SIKAMBA MABAR*, platform pemasaran digital produk lokal Kabupaten Manggarai Barat, sebagai sarana memperkenalkan dan mempromosikan produk kepada konsumen yang lebih luas.
Selain itu, pelaku usaha diharapkan terus meningkatkan legalitas usaha, memenuhi ketentuan keamanan pangan dan pelabelan produk, serta menjaga konsistensi mutu agar produk lokal semakin dipercaya konsumen.
Adrianus juga menyoroti peluang pasar yang tersedia seiring berkembangnya sektor pariwisata Labuan Bajo. Menurutnya, produk olahan ikan lokal memiliki kesempatan untuk masuk ke jaringan hotel, restoran, pusat oleh-oleh, toko modern, dan pasar digital sepanjang mampu memenuhi standar kualitas dan kebutuhan konsumen.
“Kita ingin produk olahan ikan Manggarai Barat tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga menjadi bagian dari produk unggulan daerah yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan. Karena itu, peningkatan kualitas, kemasan, legalitas, dan pemasaran harus berjalan bersama,” jelas Adrianus.
Melalui dukungan bantuan kemasan, pendampingan usaha, dan penguatan pemasaran digital, Disdagrin berharap industri pengolahan hasil perikanan dapat terus berkembang serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dari potensi laut Manggarai Barat, kita dorong lahirnya produk olahan yang berkualitas, bernilai tambah, dan berdaya saing. IKM maju, ekonomi masyarakat tumbuh, dan produk lokal semakin dikenal,” pungkas Adrianus Ojo.
---
DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KABUPATEN MANGGARAI BARAT
Penguatan IKM | Hilirisasi Perikanan | Peningkatan Nilai Tambah | Digitalisasi Pemasaran
#DisdagrinManggaraiBarat #AdrianusOjo #IKMManggaraiBarat #HilirisasiPerikanan #ProdukLokalMabar #SIKAMBAMABAR #LabuanBajo



