"DEKRANASDA MANGGARAI BARAT DORONG HILIRISASI DAUN PANDAN DI BAMBOR, DISDAGRIN SIAP FASILITASI LEGALITAS DAN PEMASARAN DIGITAL"
Bambor, 29 Oktober 2026 – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai Barat menyelenggarakan pelatihan pembuatan produk kerajinan berbahan baku daun pandan menjadi topi dan tatakan gelas di Bambor, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui hilirisasi sumber daya lokal, peningkatan keterampilan, serta pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah dan pendapatan masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat menekankan bahwa hilirisasi tidak harus dimulai dari industri berskala besar, tetapi dapat tumbuh dari desa melalui kreativitas dan keterampilan masyarakat.
“Hilirisasi dapat dimulai dari desa, dari rumah tangga, dari tangan-tangan terampil masyarakat, dan dari bahan baku yang tersedia di sekitar kita. Daun pandan yang sederhana dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan memiliki peluang pasar yang luas,” demikian pesan yang disiapkan dalam sambutan Kepala Dinas.
Produk anyaman pandan berupa topi dan tatakan gelas dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif sekaligus mendukung kebutuhan sektor pariwisata Labuan Bajo.
Topi pandan dapat dipasarkan sebagai suvenir wisata, sedangkan tatakan gelas berpotensi digunakan oleh hotel, restoran, kafe, dan pelaku usaha pariwisata yang mengedepankan produk alami serta identitas lokal.
Disdagrin Dorong Legalitas Usaha dan Marketing Mix 4P
Dalam mendukung keberlanjutan usaha kerajinan masyarakat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat mendorong penguatan kelembagaan usaha, termasuk fasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Legalitas usaha menjadi fondasi penting agar pengrajin dapat mengembangkan kegiatan usahanya secara formal dan memperoleh akses yang lebih luas terhadap program pembinaan serta peluang kemitraan.
Selain legalitas, Disdagrin juga mendorong penerapan strategi pemasaran Marketing Mix 4P, yaitu:
1. Product (Produk): Meningkatkan kualitas, desain, fungsi, dan kekhasan produk anyaman pandan.
2. Price (Harga): Menetapkan harga jual berdasarkan biaya produksi, nilai tambah, dan keuntungan yang wajar.
3. Place (Distribusi): Memperluas akses pasar melalui toko suvenir, hotel, restoran, kafe, dan jaringan pemasaran lainnya.
4. Promotion (Promosi): Memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan produk kerajinan lokal kepada konsumen yang lebih luas.
SIKAMBA MABAR sebagai Sarana Promosi Produk Lokal
Salah satu langkah yang didorong Disdagrin adalah pemanfaatan SIKAMBA MABAR, platform digital pemasaran produk lokal Manggarai Barat.
Melalui platform ini, produk anyaman pandan dari Bambor diharapkan dapat diperkenalkan dan dipromosikan secara digital, sehingga tidak hanya bergantung pada penjualan langsung.
Pengembangan pemasaran digital tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan produk IKM lokal dengan kebutuhan pasar, termasuk sektor pariwisata.
Bambor Berpotensi Menjadi Sentra Kerajinan Pandan
Disdagrin memandang pelatihan ini sebagai langkah awal untuk mendorong pengembangan Bambor sebagai salah satu calon sentra kerajinan anyaman pandan berbasis masyarakat.
Untuk mewujudkannya, diperlukan kesinambungan antara pelatihan keterampilan, pendampingan produksi, peningkatan kualitas, legalitas usaha, penguatan kelompok pengrajin, dan perluasan pemasaran.
Keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari kemampuan peserta menghasilkan produk secara berkelanjutan, memperoleh pesanan, serta meningkatkan pendapatan keluarga.
“Bahan bakunya dari desa kita, yang mengolah masyarakat kita, dan yang menikmati nilai tambah juga masyarakat kita. Inilah semangat hilirisasi dan pembangunan ekonomi lokal yang inklusif.”
Melalui sinergi Dekranasda, Disdagrin, pemerintah desa, kelompok pengrajin, dan pelaku usaha pariwisata, diharapkan kerajinan daun pandan dapat berkembang menjadi produk unggulan yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Bambor dan Kabupaten Manggarai Barat.
Dari Bambor untuk Labuan Bajo, dari daun pandan menjadi produk bernilai tambah, dari kreativitas masyarakat menuju kesejahteraan bersama.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat.




