PENDAMPINGAN PRODUKSI ABON IKAN BAJO PERKUAT DAYA SAING IKM MANGGARAI BARAT

PENDAMPINGAN PRODUKSI ABON IKAN BAJO PERKUAT DAYA SAING IKM MANGGARAI BARAT
PENDAMPINGAN PRODUKSI ABON IKAN BAJO PERKUAT DAYA SAING IKM MANGGARAI BARAT

Labuan Bajo, 27 Juli 2026 — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku industri kecil dan menengah melalui kegiatan Pendampingan Produksi Abon Ikan yang dilaksanakan di Sentra IKM ITA Bajo, Kecamatan Komodo, Jumat, 24 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, pelaku IKM, mahasiswa, dan tim Universitas Brawijaya melalui Program Doktor Mengabdi. Pendampingan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan pelaku usaha dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, bermutu, aman, dan memiliki daya saing lebih kuat.

Dalam pelaksanaannya, pelaku IKM memperoleh pendampingan langsung pada berbagai tahapan produksi, mulai dari persiapan dan pengolahan bahan baku ikan, pencampuran bumbu, pemasakan, pengeringan, penimbangan, hingga pengemasan produk.

Mahasiswa Universitas Brawijaya turut mendampingi pengoperasian peralatan produksi dan penggunaan mesin continuous sealer. Penggunaan mesin tersebut membantu memastikan kemasan tertutup dengan lebih rapat, rapi, dan higienis sehingga dapat mendukung keamanan pangan serta memperpanjang daya simpan produk.

Kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai peningkatan konsistensi rasa dan tekstur, inovasi produk, pemilihan jenis kemasan, penyempurnaan desain label, serta strategi pemasaran. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan nilai jual produk olahan ikan khas Manggarai Barat.

Menghasilkan Tiga Varian Kemasan

Dari kegiatan produksi tersebut, IKM Abon Ikan Bajo yang dikelola oleh Ibu Rita menghasilkan sebanyak 14 kemasan, dengan rincian:

Jenis kemasan

Berat yang dilaporkan

Jumlah

Super Ekonomis

100 gram

5 bungkus

Ekonomis

100 gram

4 bungkus

Premium

100 gram

5 bungkus

Total

 

14 bungkus

Produk yang dihasilkan memiliki tekstur abon yang baik, cita rasa khas, dan telah dikemas dengan tampilan yang lebih menarik. Variasi kemasan memberikan pilihan kepada konsumen sekaligus membuka peluang bagi pelaku IKM untuk menjangkau segmen pasar yang berbeda.

Pengembangan abon ikan juga menjadi salah satu bentuk hilirisasi hasil perikanan daerah. Melalui pengolahan, ikan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dikembangkan menjadi produk siap konsumsi yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi.

Mendorong Produk Unggulan Daerah

Pendampingan tidak berhenti pada proses produksi. Pelaku IKM juga perlu terus diperkuat dalam aspek legalitas usaha dan produk, standar keamanan pangan, pencantuman informasi pada label, perhitungan harga pokok produksi, pemasaran digital, serta perluasan akses pasar.

Produk Abon Ikan Bajo berpotensi dipasarkan melalui toko oleh-oleh, hotel, restoran, pusat kuliner, kegiatan pameran, pasar modern, dan platform perdagangan digital. Potensi tersebut semakin besar karena Labuan Bajo merupakan destinasi pariwisata yang membutuhkan produk lokal berkualitas sebagai oleh-oleh dan bagian dari pengalaman wisata.

Melalui Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pelaku IKM diharapkan terus berkembang. Kolaborasi ini penting untuk menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung, memperkuat keberlanjutan usaha, dan meningkatkan kualitas produk berbasis potensi lokal.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berkomitmen mendorong IKM agar semakin produktif, mandiri, dan mampu bersaing. Pengembangan Abon Ikan Bajo diharapkan memberikan manfaat bagi pelaku usaha, membuka peluang kerja, memperluas pasar hasil perikanan, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah (Fauzi).