Labuan Bajo, 27 Juli 2026 - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat mengikuti kegiatan Creative Talk Online dalam rangka Sosialisasi Program Creative Business Incubator (CBI) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Senin, 27 Juli 2026 tersebut mengangkat tema “Kreatif Saja Tidak Cukup, Saatnya Kuasai Strategi Bisnis!”. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas, daya saing, dan keberlanjutan usaha pelaku Industri Kecil dan Menengah, khususnya yang bergerak di bidang fesyen dan kriya.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku IKM diberikan pemahaman bahwa kreativitas dalam menciptakan produk perlu diikuti dengan kemampuan mengelola usaha secara terencana dan profesional. Produk yang memiliki keunikan dan nilai budaya akan semakin kuat apabila didukung oleh strategi bisnis, pengelolaan keuangan, penguatan merek, pemetaan pasar, pemasaran digital, serta pengembangan jaringan kemitraan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan Program Creative Business Incubator Tahun 2026 sebagai program pembinaan dan inkubasi bagi IKM potensial di bidang fesyen dan kriya. Pemerintah daerah diharapkan mengundang IKM binaan berusia maksimal 40 tahun untuk mengikuti sosialisasi dan mendorong pelaku usaha potensial agar mendaftarkan diri dalam program tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Ojo, S.Si., Apt., menegaskan bahwa program tersebut merupakan peluang penting bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usahanya.
“Pelaku IKM Manggarai Barat tidak boleh berhenti pada kemampuan menghasilkan produk yang kreatif dan menarik. Kreativitas harus diperkuat dengan strategi bisnis, kualitas produk, pengelolaan usaha, penguatan merek, serta kemampuan membaca pasar agar produk lokal mampu berkembang, berkelanjutan, dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Adrianus Ojo.
Menurutnya, Kabupaten Manggarai Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan industri fesyen dan kriya berbasis kearifan lokal. Produk seperti tenun, pakaian berbahan kain lokal, suvenir, aksesori, dan berbagai kerajinan tangan memiliki peluang pasar yang semakin luas seiring berkembangnya Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata.
Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan peningkatan mutu produk, inovasi desain, konsistensi produksi, legalitas usaha, kemasan yang menarik, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pelaku IKM juga perlu memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat mendukung pemanfaatan Program Creative Business Incubator sebagai salah satu sarana peningkatan kapasitas pelaku IKM. Keikutsertaan dalam program tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memperbaiki tata kelola bisnis, memperluas jejaring, meningkatkan kualitas produk, serta membangun usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan pelaku IKM, pengembangan industri fesyen dan kriya di Manggarai Barat diharapkan semakin terarah. Kreativitas yang dipadukan dengan strategi bisnis yang kuat dapat menjadikan produk lokal sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus sarana memperkenalkan identitas budaya Manggarai Barat kepada masyarakat nasional dan internasional.




